Identifikasi Tanah Hutan

Banjarbaru – Hutan adalah suatu lingkungan yang ditumbuhi oleh berbagai macam jenis tumbuhan yang lebat. Secara umum, lingkungkan fisik hutan dapat dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan iklim hutan dan lingkungan tanah hutan. Keduanya merupakan faktor abiotik yang berpengaruh besar terhadap keragaman vegetasi serta hewan yang hidup dalam ekosistem hutan. Dalam ilmu kehutanan, lingkungan tanah hutan adalah faktor yang lebih fokus dipelajari karena lingkungan tanah lebih mudah dikelola daripada lingkungan iklim.

Ilmu tanah berkaitan bidang kehutanan merupakan hal penting yang harus dipahami, terutama dalam sistem silvikultur. Tanah yang sesuai akan menjadi tempat tumbuh tananaman yang sesuai pula. Dengan memahami tanah hutan maka pengoptimalan pertumbuhan tegakan juga dapat dilakukan untuk mendukung budidaya tanaman hutan. Selain itu, ilmu pengetahuan tentang tanah hutan juga berguna dalam upaya reklamasi lahan bekas tambang atau lahan yang mengalami kerusakan melalui teknik silvikultur.

Secara umum tanah hutan berfungsi sebagai penyedia aiar dan hara bagi tumbuhan, penyedia oksigen serta penahan mekanis. Mempelajari tanah sangat berkaitan erat dengan pedogenesis, yaitu proses pembentukan tanah meliputi penambahan material, pengurangan material dan perubahan material yang menyebabkan terbentuknya lapisan tanah (horizon tanah)Berdasarkan padatan penyusun tanah, tanah dapat diklasifikasikan menjadi tanah mineral dan tanah organik. Tanah mineral merupakan tanah dengan horizon yang didominasi oleh bahan padatan mineral atau anorganik. Sedangkan tanah organik adalah tanah dengan horizon yang didominasi oleh bahan padatan organik.

Praktek Identifikasi Tanah Hutan merupakan dilaksanakan agar mahasiswa/i dapat memahami tentang lapisan serta funginya dalam bidang kehutanan. Kegiatan yang di lakukan pertama kalinya yaitu penentuan titik koordinat di ketinggian 125 mdpl dengan keaadaan tutupan lahan mulai dari hutan alam, hutan tanaman, alang-alang, semak belukar dan kebun karet. Titik koordinat sudah di tentukan barulah di lakukan pembuatan galian ukuran 1 m x 1 m x 1.5 m, dan selagi proses penggalian di lakukan sebagian mahasiswa/i melakukan pengambilan sampel antara lain, Biomassa, Batuan Permukaan, Sampel tanah menggunakan ring bulat dan pengambilan sampel menggunakan bor tanah.

Kegitan pembuatan galian selesai barulah di lakukan identifikasi lapisan tanah untuk mengetahui lapisan tanah. Lapisan telah di tentukan selanjutnya melakukan pengambilan sampel yaitu akar perhorizon dan batuan perhorizon. Kegiatan telah selesai di laksanakan hasil dari semua data di analsis menggunakan rumus yang sudah di tentukan dan hasil akhirnya nanti di jadikan sebagai bahan untuk penulisan dokumen berupa laporan.