Mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM lakukan Riset tentang Kontribusi Pendapatan Masyarakat dari Sistem Agroforestri di KHDTK ULM

Mahasiswa Fakultas Syamsudin, melakukan Penelitian tentang Kontribusi Pendapatan Masyarakat Dari Sistem Agroforestri Di Kawasan denga Tujuan Khusus (KHDTK) ULM. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang dibudidayakan dalam pola agroforestri baik tanaman semusim atau tahunan dan untuk mengetahui besarnya kontribusi pendapatan yangdiperoleh dari hasil pengelolaan agroforestry oleh masyarakat Mandiangin Barat di kawasan KHDTK ULM.

Penelitian ini dibatasi pada kontribusi pendapatan masyarakat dari sistem agroforestri. Luas lahan yang dikelola tidak kurang dari 0.25 hektar dan masyarakat tersebut sudah menetap minimal 5 tahun. Jumlah responden yang diambil adalah 5 informan yang mengelola lahan dengan sistem agroforestri, dengan teknik penilaian (judgment), sehingga keterwakilan populasi dapat dipertanggungjawabkan. Plot contoh pengamatan pohon dibuat berukuran 50m x 20m, kemudian dicatat jenis pohon yang ditemukan dan jumlah individu pohon yang masuk dalam plot memberi tanda pada setiap bagian pohon yang sudah diamati.Pengamatan tumbuhan bawah dilakukan dengan membuat 6 titik sub plot pada setiap lokasi pengamatan berukuran 1m2. Selanjutnya data komposisi dan struktur tanaman yang didapat di lapangan diolah dan dianalisis menggunakan pendekatan ekologis dengan melihat dan mempelajari  struktur dan komposisi tanaman penyusun dari satu sistem((Indriyanto, 2006) yang dikutip oleh Asmi, et al. (2013)).

Kegiatan sistem agroforestri selalu memiliki variasi produk dan komponen yang saling bergantung satu sama lain, dengan salah satu komponennya adalah tanaman keras. Hal inilah yang menyebabkan siklus produk agroforestri lebih dari setahun (Dahlquist, 2007 yang dikutip Satriawan & Fuady, 2013). Mandiangin Barat terdiri atas dua macam bentuk kebun, yaitu kebun buah campuran dan kebun karet, yang keduanya membentuk tegakan hampir sama dengan hutan alam. Jenis tanaman yang banyak dikembangkan oleh masyarakat umumnya adalah karet, selat/langsat, durian, dan cempedak, dari hasil pengamatan pada plot contoh dengan luasan 50m x 20m ditemukanada berbagai jenis-jenis tanaman berkayu yang dibudidayakan ada 11 jenis tanaman umumya jenis penghasil getah dan buah-buahan yang dapat dijual atau dikonsumsi sendiri oleh masyarakat, dari jenis-jenis tanaman yang paling laku dijual dipasaran adalah jenis langsat, durian, cempedak, serta karet. Jenis tanaman ini yang yang palingdominan ditanam oleh masyarakat di Desa Mandiangin Barat.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai Kontribusi Pendapatan Masyarakat Dari Sistem Agroforestri Di KHDTK Unlam (Studi Kasus Di Desa Mandiangin Barat Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan) sistem agroforestri yang terdapat di Desa Mandiangin Barat ialah system agrisilvikultur dengan dua sub sistem yaitu sub sistem agroforestri kebun karet dan sub sistem kebun buah campuran. Tanaman yang paling Dominan dibudidayakan yaitu karet,selat/langsat, durian, dan cempedak. Kontribusi yang diberikan oleh kebun agroforestri pada pendapatan masyarakat cukup besar dari pada pendapatan di luar agroforestri.