Hutan di Kalimantan Selatan merupakan tipe hutan hujan tropis salah satunya terdapat di Kawasan Hutan Hujan Tropis (KHDTK) ULM. Hutan hujan tropis dicirikan dengan keanekaragamanan jenis tumbuhan yang sangat bervariasi dan membentuk suatu sistem yang kompleks. Areal KHDTK ULM memiliki topografi berlereng datar tinggi sampai curam. Variasi lereng ini diduga menjadi salah satu penyebab keragaman jenis tumbuhan dan kerapatan tegakan. Variasi lereng menyebabkan perbedaan terhadap karakteristik lahan yang dapat menentukan variasi Vegetasi ( Kurninata, 2017).
Keragaman jenis dari kerapatan tegakan diduga akan berpengaruh terhadap produksi biomassa tumbuhan bawah. Kerapatan tegakan mempengaruhi besarnya ruang cahaya matahari yang menembus lantai hutan, semakin rapat tegakan, maka cahaya matahari akan sedikit menembus lantai hutan karena tertahan oleh massa tajuk (Baker, 1992), akibatnya tumbuhan bawah tidak dapat tumbuh.
Mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM Lisani Nuura Aulia melalukan riset tentang Pengaruh Kelas Lereng terhadap Kerapatan Individu dan Produksi Biomasa. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Analisis Vegetasi, pengambilan sampel tumbuhan bawah sampai proses pengovenan di laboratorium. Analisis data yang digunakan menggunakan rumus Biomassa. Penelitian ini menunjukkan kerapatan individu paling banyak terdapat pada kelas lereng 26 – 45% sebesar 12,36 individu/ha, paling sedikit pada kelas lereng 16–25% sebesar 9,36 individu/ha , pada kelas lereng 0 – 15% sebesar 11,40 individu/ha, dan pada kelas lereng paling atas > 45% sebesar 11,40 individu/ha, kedua lereng tersebut memiliki jumlah kerapatan individu yang sama besarnya tetapi berbeda untuk jumlah pertumbuhan vegetasi tingkat semai pancangtiang dan pohon yang ada di kelas lereng masing – masing. Produksi biomassa tumbuhan bawah paling tinggi terdapat pada kelas lereng 0–15% sebanyak 0,835 ton/ha dan palingrendah pada kelas lereng >45% sebanyak 0,757 ton/ha, pada kelas lereng 16-25% sebanyak0,771 ton/ha dan pada kelas lereng 26-45% sebanyak 0,768 ton/ha.
Ada beberapa faktor penyebab yang berpengaruh besar terhadap kerapatan individu seperti ekosistem yang terganggu akibat kebakaran atau pun aktivitas manusia disekitar hutan, dan faktor yang berpengaruh terhadap produksi biomassa seperti cahaya matahari dan pertumbuhan tumbuhan bawah itu sendiri.
