Pengelola KHDTK Telah Selesai Melaksanakan Tata Batas KHDTK Diklat ULM

Pengelola KHDTK Telah selesai Melaksanakan Tata Batas KHDTK Diklat ULM dibawah supervisi Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah V. Kegiatan rekonstruksi batas di lapangan selesai pada Tahun Anggaran 2019 dalam waktu 15 hari, semua dikerjakan oleh tim surveyor dari Fakultas Kehutanan dengan melibatkan 11 mahasiswa tingkat akhir dan 3 dosen pendamping Dr.Suyanto. (Ketua tim), Dr. Yusanto Nugroho dan Budi Sutiya, M.P. dibawah supervisi Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah V.

Dalam upaya penyusunan rencana pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Pendidikan dan Pelatihan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) pada Kelompok Hutan Gunung Waringin dan Pegunungan Babaris di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan  diperlukan jaminan kepastian hukum pada kawasan yang akan dikelola melalui kegiatan tata batas.

Sesuai dengan ketentuan bagi KHDTK yang sudah ditata batas lebih dari lima tahun termasuk di dalamnya KHDTK ULM yangtelah dilakukan tata batas tahun 2003, maka pengelola KHDTK ULM wajib melakukan kegiatan rekonstruksi batas, yaitu kegiatan untuk menelusuri kembali trayek batas, memperjelas batas, pemasangan pal batas yang hilang/rusak dan pemetaan tutupan lahan sepanjang trayek batas dalam rangka menjamin pemantapan batas kawasan yang di kelola. Rekonstrukasi batas dilakukan padasebagian Batas KHDTK Diklat ULM tersebut dilakukan pada batas luar kawasan hutan karena mempertimbangkan tingkat kerawanan dan kemampuan finansial pengelola KHDTK Diklat ULM.

Dalam pelaksanaannya, sebelum kegiatan rekonstruksi batas, lebih dahulu dilakukan kegiatanorientasi batas.Orientasibatas adalahkegiatan memproyeksikankoordinat pal batas dari peta ke lapangan, kemudian menginventarisir kondisi pal batas apakah tanda pal batas masih ada, rusak atau bergeser dan mencatat kondisi tutupan lahan sekitar pal batas. Hasil inventarisasi ini akan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan rekonstruksi batas.

Orientasi batas dilakukan pada batas luar KHDTK, yaitu sepanjang14.023,92m (14,0 km). Rintis batas dibuat minimal  kurang lebih 1 m, pada tempat pal batasdipasang tanda ajir  yang terbuat dari kayu bulat berdiameter kurang lebih 5 cm, tinggi 1,5 m diberi pita merah agar mudah dilihat dari kejauhan. Hasil orientasi batas menujukkan sebanyak 112 pal batas hanya ditemukan 2 pal batas dari bahan kayu Ulin, sisanya tidak ditemukan, berarti KHDTK Diklat ULM harus menyiapkan dan memasang pal batas dari bahan beton sebanyak 112.

Laporan dan Peta Hasil Orientasi diketahui oleh Ketua KHDTK Universitas Lambung Mangkurat, serta disahkan oleh Kepala BPKH Wilayah V atas nama Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan, Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan selesainya kegiatan tata batas ini, maka KHDTK Diklat ULM telah menyelesaikan kewajiban rekonstruksi batas, disamping kewajiban lain yang segera disusun seperti penyusunan rencana pengelolaan dan pembuatan laporan tahunan, kata Ketua KHDTK Dr. Suyanto.