Praktek Analisis Vegetasi di KHDTK ULM

Banjarbaru – Analisis vegetasi adalah metode yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sebaran berbagai macam spesies yang ada dalam suatu area. Kegiatan ini umumnya dilakukan melalui pengamatan langsung dan dilakukan pula dengan membuat plot, serta mengamati morfologi dan identifikasi vegetasi yang ada. Untuk melakukan analisis terhadap suatu vegetasi, diperlukan data-data antara lain jenis, diameter dan tinggi dalam menentukan indeks nilai penting (INP) penyusun komunitas hutan. Analisis vegetasi dapat dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui sebaran ragam hayati pada suatu ekosistem.

Praktik materi analisis vegetasi di mulai dengan kegiatan penentuan luas petak minimum menggunakan Curva Spesies Area (CSA). Proses pembuatan CSA di mulai dengan kegiatan penentuan titik koordinat kemudian memasang patok di titik yang telah ditentukan. Kegiatan di mulai dengan pembuatan petak, yaitu petak ukuran 2 m x 2 m, 2 m x 4 m, 4 m x 4 m, 4 m x 8 m, dan seterusnya sampai tidak ada lagi penambahan jenis atau persentasi penambahan jenis kurang dari 10%. Hasil dari data CSA tersebut dapat di ketahui luas petak minimum yang di buat dalam proses analisis vegetasi.

Petak minimum telah ditentukan maka selanjutnya di lakukan pembuatan petak untuk data analisis vegetasi dengan ukuran 2m x 2m untuk tingkat semai, 5m x 5m untuk tingkat pancang, 10m x 10m untuk tingkat tiang dan 20m x 20m untuk tingkat pohon. Metode yang di lakukan pada pembuatan petak pengamatan saat praktik dilapangan menggunakan metode garis berpetak di mulai dengan petak sebelah kanan kemudian kiri dan kanan lagi sampai seterusnya sebanyak 5 petak.

Kegiatan yang dilakukan di dalam satu petak pengamatan yaitu mengidentifikasi jenis, mengukur diameter dan mengukur tinggi pohon. Hasil dari praktik materi Analisis vegetasi ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui keadaan dan potensi dari hutan alam yang berada di KHDTK Mandiangin ULM. Hasil data yang di peroleh dari kegiatan ini selanjutnya diolah dan di jadikan sebagai bahan untuk pembuatan laporan analisis vegetasi.