Mahasiswa Fakultas Kehutanan ULM Laksanakan PKL di KHDTK ULM

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu kegiatan akademik yang berfokus pada kemampuan untuk mengembangkan dan menempa ilmu yang telah dipelajari selama menjalani perkuliahan dalam praktiknya. Kegiatan ini dapat menambah pengalaman mahasiswa khususnya di Fakuktas Kehutanan ULM dan memberikan wawasan mendalam terkait dunia kerja sebelum lulus dari bangku perkuliahan kelak.

Maksud dan tujuan dari kegiatan PKL ini tidak lain untuk melatih skill dari praktikan, terutama dari segi tanggung jawab dan disiplin agar terbiasa menghadapi dunia kerja, meningkatkan pengalaman, wawasan, ilmu dan keterampilan praktikan dalam menghadapi dunia kerja, mengimplementasikan ilmu-ilmu yang telah didapatkan untuk kemudian dipraktikan di dunia kerja.

Kegiatan PKL ini dilaksanakan di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai hutan pendidikan dan pelatihan yang dikelola oleh Universitas Lambung Mangkurat.  Kawasan Hutan ini memiliki luasan,  seluas 1.617 ha dan sudah lama dimanfaatkan sebagai tempat praktek untuk mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan ULM, yaitu sejak tahun 1980.  Kawasan KHDTK ULM memiliki diversitas flora dan fauna yang cukup banyak.  Selain itu  kawasan inipun kaya akan vegetasi tanaman bunga, buah dan kayu yang berlimpah sebagai sumber pakan lebah.  Berbagai jenis tanaman obat pun banyak ditemukan di kawasan ini sehingga sering dijadikan sebagai tempat penelitian oleh mahasiswa maupun dosen ULM.

Pelaksanaan PKL di mulai sejak tanggal 21 Juni 2021, sampai dengan tanggal 01 Juli 2021. Kegiatan ini di mulai dari jam 06:00 pagi sampai dengan jam 15:00 sore. Praktik ini dilaksanakan oleh mahasiswa/i Fakultas kehutanan ULM angkatan 2019 dan didampingi Dosen pengampu mata kuliah. Persiapan PKL ini dimulai dari pembentukan Panita dosen dan selanjutnya panitia peserta praktik, mempersiapakan kelengkapan barang, alat dan sebagainya sampai dengan terlaksananya kegiatan-kegiatan Praktik di lapangan.

Praktik yang di laksanakan di KHDTK pada tahun ini berjumlah 5 materi saja antara lain Materi :

  • Penataan Areal Kerja/PAK dan Inventarisasi Tegakan Sebelum Penanaman (ITSP)
  • Identifikasi Tanah Hutan
  • Ilmu Ukur Lahan (IUL)
  • Analisis Vegetasi (Anveg)
  • Silvikultur /Penanaman

Penataan Areal Kerja/PAK dan Inventarisasi Tegakan Sebelum Penanaman (ITSP)

Kegiatan Penataan Areal Kerja (PAK) merupakan pembuatan batas blok atau batas petak pengelolaan. Batas tersebut diupayakan mengikuti batas alam (batas pengaliran, lembah sungai, alur atau jalan), dan jika tidakmengikuti batas alam, maka arahnya dibuat arah Utara/ Selatan atau Timur/Barat. Batas tersebut dibuat trace rintisan selebar 1-2 m berdasarkan peta Rencana Karya Tahunan (RKT). Proyeksi trace di lapangan dipandu dengan GPS, kompas dan meteran. GPS terutama digunakan untuk penentuan titik awal pengukuran (starting point), sedangkan titik-titik ukur selanjutnya menggunakan kompas, clinometer dan meteran.

Pelaksanaan ITSP meliputi sensus pohon (intensitas 100%) dan pengukuran untuk pemetaan topografi skala 1:1000 atau 1:5000. Sensus pohon meliputi seluruh pohon niagawi(pohon komersial) atau bukan yang berdiameter setinggi dada (dsd) ≥ 20cm, kemudian dikelompokkan menjadi pohon yang akan ditebang (diameter ≥ 40cm), pohon inti (diameter 20- 39 cm) dan pohon yang dilindungi. Pohon yang disensus diberi label, dicatat nomor, jenis, diameter, tinggi bebas cabang dan posisinya (x, y). Label berupa lapak plastik berukuran 3×6 cm ditempel menggunakan steples pada setinggi dada menghadap arah jalur bertuliskan nomor pohon, nama jenis dan diameter (O). Label kuning untuk pohon inti dan label merah untuk pohon ditebang dan dilindungi.

Kegiatan praktik PAK dan ITSP dikuti oleh 2 kelompok yang masing-masing kelompok mempunyai tugas masing-masing sesuai dengan arahan asisten PKL. Kegiatan di mulai dengan penentuan lokasi tujuan untuk mendapatkan kasawasan hutan alam yang masih bagus dan memiliki kawasan yang cukup luas untuk kegiatan Praktik. Alat yang digunakan untuk menuju lokasi yaitu GPS yang sudah di kalibrasi sebelumnya.

Kegiatan selanjutnya yaitu mengambil titik starting point dan pembutan PUP yang di mulai dengan pembentangan tali rapia sepanjang 20 m untuk lebar jalur dan seratus 100 m utuk panjang jalur. Jumlah jalur yang di buat sebanyak 10 jalur yang mana setiap kelompok praktik mendapatkan 5 jalur. Kegiatan yang di lakukan setelah pembentangan tali rapia dengan ukuran 20 m x 20 m setiap ujung di beri patok agar dapat di ketahui jelas batas petak pengamatan untuk data pohon.

Kegiatan yang dilakukan sebelum pengambilan data pohon, dilakukan terlebih dahulu pengukuran kelerengan menggunakan clinometer agar dapat di ketahui kecuraman dari lokasi pengambilan data. Proses pengambian data kelerengan sudah selesai di lanjutkan dengan kegiatan pemasangan jalan untuk mengetahui kondisi dari permukaan tanah pada panjang jalur 100 m.

Kegiatan PUP selesai dilaksanakan, barulah pengambilan data jenis pohon, diameter, dan tingginya. Pengambilan data tinggi pohon dilakukan menggunakan haga meter dengan jarak tembak 15 m. Data diameter pohon sudah diketahui barulah dilakukan penempelan label yang memiliki warna khusus untuk warna merah ditempelkan untuk pohon yang sudah siap tebang dan dilindungi, sedangkan yang berwarna kuning untuk pohon inti.

Hasil semua data lapangan dimasukan kedalam lembar kerja yang berupa tallysheet, dan kemudian semua data hitung sesuai dengan rumus. Hasil dari data lapangan ini akan direkap dan jadikan untuk laporan individu setelah kegiatan PKL selesai.