Penanaman dan Pemeliharaan

Silvikultur adalah ilmu dan seni memanipulasi faktor klimatis dan edafis untuk mengontrol pembentukan tegakan, pertumbuhan, komposisi, struktur dan kualitas hutan sesuai dengan tujuan pengelolaannya. Silvikultur juga diartikan sebagai praktik pengendalian proses permudaan (penanaman), pertumbuhan, komposisi, kesehatan, dan kualitas suatu hutan demi mencapai aspek-aspek ekologi dan ekonomi yang diharapkan. Silvikultur berfokus pada perawatan tegakan hutan untuk menjamin produktivitas.

Kegiatan yang dilakukan pada praktek mata kuliah Silvikultur antara lain adalah kegiatan penanaman dan pemeliharaan pada area KHDTK Mandiangin ULM. Kegiatan penanaman dilakukan pada kawasan hutan dengan tujuan untuk pengayaan, sehingga penanaman menggunakan jarak tanam 4 m x 4 m. Tanaman yang di tanam yaitu Mahoni, Bungur dan Kaliandra. Penanaman di mulai dengan membuat lubang tanam dengan kedalaman menyesuaikan dengan tinggi tanaman.

Proses selanjutnya yang di lakukan setelah lubang tanam sudah ada barulah kegiatan penanaman tanaman yang sudah disiapkan di mulai dari pembukaan bungkus polybag, setelah itu barulah tanaman di tanam dan selanjutnya di lakukan penutupan lubang tanam sampai tertutup dengan baik, agar tanaman dapat terlihat dan tidak mudah rebah maka diberikan ajir pada setiap tanaman.

Kegiatan setelah penanaman selesai dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman antara lain perawatan tanaman yang baru di tanam dan tanaman yang sudah lama di tanam. Perawatan untuk tanaman yang baru saja di tanam adalah penyiraman agar tanaman dapat bertahan ketika terkena sinar matahari sedangkan untuk yang sudah lama di tanam perawatan yang di berikan adalah pembersihan gulma dan pemberian pupuk NPK disekeliling akar tanaman, di harapkan dapat tumbuh dengan baik.

Praktik penanaman dan pemeliharaan ini di harapkan mampu memberikan pengetahuan kepada mahasiswa/i cara menanam tanaman pada kawasan hutan dengan baik dan benar, selain itu dari hasil kegiatan ini di harapkan hutan KHDTK Mandiangin ULM bertambah bagus serta semakin banyak tegakan pohonnya. Selain itu hasil dari kegiatan inipun menjadi dasar untuk penyusunan laporan pada materi penaman dan pemeliharaan sehingga semua kegiatan yang di lakukan terdukomen dengan baik.